Sabtu, 03 November 2012

TUGAS 1 "SISTEM TULISAN SEBELUM MENGENAL ABJAD"


PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI (PTK)

NAMA    : YURISKA                      TUGAS  : 1 (satu)
NPM     : D1E010080                    jum’at, 14-september-2012
JURUSAN : ILMU KOMUNIKASI

   1. Awal mula manusia mengenal sistem abjad/tulisan.

DARI LISAN KE TULISAN

Perkembangan Aksara Dunia

Benda yang diduga sebagai prototype tulisan pertama ditemukan di daerah Mesopotamia dengan menggunakan bentuk-bentuk segitiga yang terbuat dari tanah liat (milenium ke-4 SM). Dari sekedar prototipe, tulisan berkembang menjadi aksara. Perkembangan aksara melalui tiga kebudayaan besar: masyarakat lembah Sungai Nil dengan hierogliphnya, bangsa Sumeria di Mesopotamia dengan huruf pakunya, dan masyarakat Han di lembah Sungai Kuning dengan aksara han (Kridalaksana dan Sutami 2005).

Huruf hieroglyph merupakan salah satu huruf tertua di dunia. Huruf ini berasal dari Mesir dan sudah dikenal sejak sekitar 4000 tahun SM. Huruf ini menggunakan gambar mata, burung, tangan, sebagai simbol. Selanjutnya bentuk hieroglyph ini banyak memengaruhi bentuk abjad Phoenician dan abjad Yunani. 


Huruf paku adalah huruf bangsa Sumeria yang sudah mengenal tulisan sejak tahun 3.000 SM. Huruf yang digunakan ialah huruf paku yang digambar dengan garis lurus.

Masyarakat Cina juga menggunakan tulisan sebagai alat komunikasi antardaerah. Dengan tulisan mereka menyamakan bahasa. Tulisan itu dikenal sejak 1500 tahun SM dan hurufnya dinamakan huruf han. Begitulah, skrip-skrip kuno terus ditemukan. Sejarah pun semakin banyak terungkap, karena lewat tulisan para arkeolog bisa memperkirakan kehidupan zaman dahulu. Selain itu, dikenal pula piktogram, yaitu aksara berupa gambar untuk mengung-kapkan amanat tertentu. Tradisi ini sangat tua usianya. Masa-masa awal penggunaan piktogram ini diperkirakan di Mesopotamia oleh bangsa Sumeria Kuno.

Huruf Phoenician berasal dari kebudayaan Phoenica kuno yang tumbuh di wilayah Libanon, Syria dan Israel. Sejarah huruf Yunani banyak mengadopsi bentuk huruf Phoenicians. Beberapa ratus tahun setelah lahirnya huruf Yunani, huruf Romawi muncul dengan huruf Yunani sebagai dasar pembentukannya, hingga bisa menjadi alfabet yang kita kenal saat ini.

Huruf paku adalah huruf bangsa Sumeria yang sudah mengenal tulisan sejak tahun 3.000 SM. Huruf yang digunakan ialah huruf paku yang digambar dengan garis lurus.


Masyarakat Cina juga menggunakan tulisan sebagai alat komunikasi antardaerah. Dengan tulisan mereka menyamakan bahasa. Tulisan itu dikenal sejak 1500 tahun SM dan hurufnya dinamakan huruf han. Begitulah, skrip-skrip kuno terus ditemukan. Sejarah pun semakin banyak terungkap, karena lewat tulisan para arkeolog bisa memperkirakan kehidupan zaman dahulu. Selain itu, dikenal pula piktogram, yaitu aksara berupa gambar untuk mengung-kapkan amanat tertentu. Tradisi ini sangat tua usianya. Masa-masa awal penggunaan piktogram ini diperkirakan di Mesopotamia oleh bangsa Sumeria Kuno.

Huruf Phoenician berasal dari kebudayaan Phoenica kuno yang tumbuh di wilayah Libanon, Syria dan Israel. Sejarah huruf Yunani banyak mengadopsi bentuk huruf Phoenicians. Beberapa ratus tahun setelah lahirnya huruf Yunani, huruf Romawi muncul dengan huruf Yunani sebagai dasar pembentukannya, hingga bisa menjadi alfabet yang kita kenal saat ini.
 
Dari Mana Kata “Alfabet” Berasal?

Bangsa Yunani menyusun abjadnya sendiri dengan merombak abjad Phoenician ke dalam bentuk yang lebih teratur. Menyempurnakannya dengan menambahkan huruf hidup seperti A/Alpha, E/Epsilon, I/Iota, O/Omicron, dan Y/Upsilon. Sekaligus memperkenalkan cara baca dari kiri ke kanan.


Maka, lahirlah standar sistem abjad yang dikenal dengan “Alphabet” yang merupakan singkatan dari dua huruf pertamanya, yaitu Alpha dan Beta. Sistem Alphabet inilah yang kemudian disempurnakan lagi oleh Bangsa Romawi untuk melahirkan Alphabet Latin, yaitu susunan huruf sempurna seperti yang kita kenal saat ini!

Yang menarik dari sejarah Alphabet ini adalah bagaimana sebuah gambar bisa menjelma menjadi bentuk huruf. Dari gambar orang Mesir yang begitu beragam, disederhanakan hingga akhirnya si gambar hanya mewakili satu suku kata pertama dari nama benda yang digambar.

Huruf “A” misalnya. Huruf pertama ini asalnya gambar kepala banteng yang dalam bahasa Phoenicia disebut “Aleph”. Dalam sistem bahasa Yunani, huruf ini berubah menjadi “Alpha” dan kemudian “A” seperti kita kenal saat ini. Tidak percaya? Jika diperhatikan, huruf A sekilas mengingatkan kita pada kepala banteng, yang digambar terbalik. Betul ‘kan? Huruf “B” sendiri mulanya adalah gambar bentuk rumah yang dalam bahasa Phoenicia disebut “Beth”, kemudian berkembang menjadi Beta dalam abjad Yunani.

Adanya sejarah di balik terciptanya abjad dan Alphabet ini menunjukkan bahwa terdapat begitu banyak makna yang bisa terkandung di dalam satu huruf. Bahkan, ketika huruf tersebut berdiri sendiri atau tidak sedang berada dalam kata atau kalimat.
Nah sekarang sudah tahu ‘kan bagaimana awal munculnya tulisan? Ternyata tulisan dibuat manusia untuk “merekam” banyak hal, yang tidak selalu bisa diingat oleh memori kita.

  1. Sistem komunikasi manusia sebelum mengenal Abjad/Tulisan.

Sebelum manusia mengenal tulisan, pewarisan nilai-nilai tradisi dari generasi ke generasi dilakukan secara lisan, dengan bercerita. Sahabat pasti pernah mendengarkan cerita kakek atau nenek ‘kan? Seperti itulah leluhur bertutur kepada anak-cucunya, mewariskan nilai-nilai. Namun metode bercerita ini punya kelemahan, karena tak banyak orang mampu mengingat apa yang dikatakan padanya. Inilah yang mendorong manusia untuk menulis.

Selama berabad-abad, terbukti tulisan efektif digunakan manusia untuk menyampaikan dan menyimpan pesan. Budaya menulis muncul dari kebutuhan akuntansi. Pada milenium ke-4 SM, kegiatan perdagangan dan administrasi semakin rumit hingga membutuhkan pencatatan, dan tulisan akhirnya menjadi salah satu metode perekaman pesan terpercaya (Robinson, 2003, hal 36).

Terus berkembang dan masih terus digunakan manusia hingga kini. Sejarah pun dimulai karena adanya rekaman tulisan; dan keberadaan budaya manusia sebelum dikenalnya tulisan dikenal dengan zaman prasejarah.

ERA MANUSIA BERKOMUNIKASI

Peradaban terbesar mempunyai gerak hati untuk menciptakan sebuah infrastuktur komunikasi yang mampu mengkomunikasikan dengan cepat. Orang yunani kuno dan orang Roma membangun menara untuk menyampaikan pesan dari jarak jauh dari kerajaan. Orang Anasazi bagian Amerika kuno bagian selatan mempunyai sebuah pusat “broadcasting” sebagai system tanda kebakaran di sebuah tempat pada abad ke-21. Pada hari Napoleon, sebuah jaringan tanda pada menara untuk membawa kepetingan melalui lintas Negara prancis. (Holzmann dan Pehrson, 1994).

Dalam berkomunikasi, manusia menggunakan lebih banyak gerak-gerik, sikap tubuh dan mimik, tetapi perumusan pesan itu sendiri lebih dimungkinkan oleh adanya bahasa dan lambang-lambang yang dapat dipahami bersama. 

Kemampuan untuk menggambar atau menuliskan lambang-lambang yang memiliki arti adalah sutau keunikan dari spesies manusia, dan ini menjadi salah satu perbedaan paling signifikan antara manusia dengan mahluk yang lain di bumi ini. Manusia sudah mulai menggambar dan melukis lambang-lambang di batu sejak tahun 35.000 SM, dan ilustrasi-ilustrasi serupa ini menjadi sebuah bagian penting dalam kehidupan manusia selama berabad-abad.

Perkembangan komunikasi antarmanusia tidak terlepas dari pengaruh naluri kemanusiaan itu sendiri. untuk bertahan hidup manusia membutuhkan manusia yang lainnya untuk saling membantu. Sementara pada tahapan saling memberikan bantuan inilah proses komunikasi akan sangat dibutuhkan.

  2. Pembabakan manusia dari zaman dahulu hingga sekarang dalam sistem berkomunikasi.

A.  Zaman tanda dan isyarat

Zaman ini merupakan yang paling awal dalam sejarah perkembangan manusia dan muncul jauh sebelum nenek moyang manusia dapat berjalan tegak. Dalam berkomunikasi satu sama lain, peran insting (meskipun masih sangat rendah) sangatlah penting. Proses komunikasi manusia lebih berdasarkan insting dan bukan rasionya. 

Itu semua terjadi karena kemampuan kapasitas otak manusia masih sangat terbatas. Perkembangan otak mereka juga sangat lamban. Oleh karena itu, zaman ini berjalan dalam ribuan tahun sebelum digunakannya gerak isyarat. Bunyi-bunyian dan tanda jenis lain dalm komunikasi.

Penggunaan tanda dan isyarat itu tidak berarti bahwa manusia pada zaman tersebut tidak dapat berkomunikasi. Gerak isyarat dan tanda itu dalam komunikasi dikenal dengan komunikasi nonverbal. Hal ini tetap bisa dikatakan berkomunikasi meskipun dengan “bahasa” dan kemampuannya sendiri. Ringkasnya, mereka mengadakan komunikasi dengan sederhana sekali. 

Lebih dari beribu-ribu tahun lamanya, pola komunikasi tidak hanya digunakan, tetapi juga mengalami penyempurnaan dari waktu ke waktu, tentunya sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. Meskipun ada perkembangan dalam proses komunikasi, proses itu belum mengarah pada penggunaan bahasa atau percakapan sebagai alat komunikasi yang bisa dilakukan manusia dewasa ini. Perkembangan penting komunikasi dalam era ini adalah digunakannya bahasa tanda dan isyarat sebagai alat komunikasi. Munculnya tanda dan isyarat sebagai alat komunikasi berasal dari penyempurnaan penggunaan suara (geraman, tangisan, dan jeritan) sebagai alat komunikasi.

B. zaman bahasa lisan

Zaman komunikasi lisan ini berjalan kira-kira 300.000 sampai 200.000 tahun SM. Era ini juga ditandai dengan lahirnya embrio kemampuan untuk berbicara dan berbahasa secara terbata-bata dalam kelompok masyarakat tertentu. Oleh karena itu, manusia pada zaman ini sering disebut dengan homosapiens. Dari penelitian yang pernah dilakukan, kemampuan berbicara dalam sistem bahasa baru terjadi sekitar 90.000 tahun sampai 40.000 tahun SM. Sementara itu bahasa secara lengkap mulai digunakan kira-kira 35.000 tahun SM.

Pada awal sejarah perkembangan manusia dalam mengenal tulisan, mereka telah memahat atau mengukir gambar binatang dan manusia pada tulang, batu, taring, dan bahan-bahan yang lain. Manusia pada era ini biasanya mewariskan lukisan indah pada dinding beberapa gua di daerah mereka tinggal. Ratusan gua itu pernah ditemukan di Spanyol dan Perancis bagian selatan.

Hampir setiap orang membutuhkan hubungan sosial dengan orang-orang lainnya, dan kebutuhan ini terpenuhi malaui pertukaran pesan yang berfungsi sebagai jembatan untuk mempersatukan manusia-manusia yang tanpa berkomunikasi akan terisolasi. Pesan-pesan ini mengemuka lewat perilaku manusia. 

Ketika kita berbicara, kita sebenarnya sedang berperilaku. Ketika kita melambaikan tangan, tersenyum, bermuka masam, menganggukkan kepala, atau memberikan suatu isyarat, kita juga sedang berperilaku. Sering perilaku-perilaku ini merupakan pesan-pesan, pesan-pesan itu kita gunakan untuk mengkomunikasikan sesuatu kepada orang lain.

C.  zaman tulisan

Kecakapan manusia berkomunikasi secara lisan menurut perkiraan berlangsung sekitar 50 juta tahun, kemudian memasuki generasi kedua di mana manusia mulai memiliki kecakapan berkomunikasi melalui tulisan.

Bukti kecakapan ini ditandai dengan ditemukannya tanah liat yang bertulis di Sumeria dan Mesopotamia sekitar 4000 tahun sebelum masehi. Kemudian berlanjut dengan ditemukannya berbagai tulisan di kulit binatang dan batu arca. Lalu secara berturut-turut dapat disebutkan pemakaian huruf kuno di Mesir (3000 tahun SM), alphabet Phunesia (1800 tahun SM), huruf Yunani Kuno (1000 tahun SM), huruf Latin (600 tahun SM).
Mendekati tahun 3.500 SM, manusia memiliki gagasan untuk mengembangkan serangkaian lambang yang sederhana yang dapat dipahami oleh kalangan luas, yaitu huruf. Huruf mewakili suara yang diucapkan dan dengan berbagai cara, satu huruf dapat digabungkan dengan huruf lain sehungga membentuk apa yang kita namkan kalimat. Sistem ini disebut abjad fonetik.

Abjad fonetik yang pertama berasal dari abjad baji yang dikembangkan oleh orang Sumeria kuno. Penyebarannya yang luas hingga ke wilayah Mesopotamia membuatnya menjadi pendahulu hieroglif Mesir. Abjad Baji lah yang menjadi cikal bakal Abjad Ibrani maupun Abjad Arab. Selain itu, ia juga merintis abjad Yunani, yang pada gilirannya mengantar hadirnya Abjad Romawi yang kini digunakan dalam Bahasa Inggris, Perancis, Jerman dan sebagian besar bahasa-bahasa barat lainnya.

Abjad Sirilik yang digunakan di Rusia dan di negara-negara Slavia lain juga berkembang dari Abjad Yunani kuno. Abjad Cina yang lahir beberapa waktu kemudian setelah Abjad Tinur Tengah kuno, dipinjam oleh sebagian besar bangsa Asia, misalnya Jepang dan Korea, untuk dijadikan dasar abjad yang digunakan dalam bahasa masing-masing.

Setelah berlangsung ribuan tahun lamanya, sampailah manusia ke zaman tulisan (zaman ini muncul sekitar 5000 tahun sebelum masehi). Komunikasi tidak lagi dilakukan hanya dengan mengandalkan lisan, tetapi didukung pula oleh bahasa tulis.

Sebuah prasasti yang ditemukan menginformasikan bahwa sekitar 4000 tahun SM ditemukan kota kuno di Mesopotamia dan Mesir. Sebagaian besar prasasti ini menggambarkan lukisan dengan kasar atau goresan pada dinding bangunan.

Sementara itu tulisan alfabet muncul kurang dari 100 tahun kemudian dan berkembang secara cepat. Tulisan tersebut menyebar ke seluruh dunia kuno, dan baru beberapa abad kemudian sampai ke negeri Yunani. Lambat laun gagasan penggunaan simbol huruf konsonan dan vokal muncul. Saat itu karakter yang dibutuhkan kurang lebih seratus. Suatu jumlah yang sangat besar tentunya, karena padahal sekarang ini kita hanya mengenal dua pulu enam karakter huruf.

Sesudah banyak variasi pembahasan sejarah perkembangan tulisan, satu kejadian yang tidak boleh kita tinggalkan adalah peristiwa di Yunani. Bangsa ini telah secara efektif dan sederhana mempunyai sistem standarisasi huruf. Sekitar 500 tahun SM, mereka telah secara luas menggunakan alfabet.

Akhirnya, alfabet orang-orang Yunani masuk ke Roma yang kemudian dibangun serta dimodifikasi. Dewasa ini, kita menggunakan huruf-huruf kapital (majuscule) dan huruf kecil (miniscule) yang berasal dari Roma itu.
Lambat laun sistem tulisan alfabet ini berkembang secara cepat dan lengkap. Tanpa bantuan sistem tulisan ini bisa jadi populasi penduduk yang buta huruf akan menjadi lebih besar. Perkembangan yang penting pun terjadi pula dalam ilmu pengetahuan, lukisan, pemerintahan, dan keagamaan.
  
     D. zaman kemunculan retorika
Sebagai cikal bakal ilmu komunikasi, retorika mempunyai sejarah yang panjang. Para ahli berpendapat bahwa retorika sudah ada sejak manusia ada. Akan tetapi, retorika sebagai seni bicara yang dipelajari dimulai pada abad kelima sebelum masehi, ketika kaum Sofis di Yunani mengembara dari tempat yang satu ke tempat yang lain untuk mengajarkan pengetahuan mengenai politik dan pemerintahan dengan penekanan terutama pada kemampuan berpidato. 

Betapa pentingnya retorika dapat dilihat dari peranan retorika dalam demokrasi. Dalam hubungan ini terkenal seorang orator bernama Demosthenes (384-322) yang pada zaman yunani sangat termasyhur karena kegigihannya mempertahankan kemerdekaan Athena dari ancaman Raja Phillipus dari Macedonia. 

Pada waktu itu telah menaji anggapan umum bahwa di mana terdapat sistem pemerintahan yang berkedaulatan rakyat, di situ harus ada pemilihan berkala dari rakyat dan oleh rakyat untuk memilih pemimpin-pemimpinnya. Di mana demokrasi menjadi sistem pemerintahan, di situ dengan sendirinya masyarakat memerlukan orang-orang yang mahir berbicara di depan umum. 

     E. kemajuan teknologi komunikasi

Komunikasi makin berkembang dengan ditemukannya mesin cetak di Cina pada abad ke-10 yang meluas ke Jepang abad ke-12. Akhirnya komunikasi mulai dapat menembus jarak dan waktu, terutama setelah Johannes Gutenberg menemukan mesin cetak pada tahun 1440.

Perkembangan komunikasi makin sempurna dengan adanya berbagai penemuan baru. Louis Daguerre menemukan fotografi yang dapat mengabadikan rupa dan peristiwa (1822). Samuel Morse menemukan telegrafi jarak jauh pertama (64 KM: 1844).

Thomas Alva Edison menemukan perekam bunyi (fonograf) pertama, yang dapat mengabadikan komunikasi lisan secara praktikal (1877). Alexander Graham Bell menemukan telpon yang dapat mempercepat komunikasi pengganti suara yang sangat memakan waktu dan tenaga (1876).

Guglielmo Marconi menemukan radio telegrafi (1898), disusul penemuan radio teleponi oleh Reginald Fressenden(1900). Malam Natal tahun 1906, Fressenden merintis siaran radio pertama di dunia.



REFERENSI :
Sejarah Perkembangan Teknologi Komunikasi - bagian 1
Oleh Drs. Zamris Habib, M.Si, Dosen Komunikasi UMJ dan UIN Jakarta
FKIP_bolandcapzlock
DAFTAR PUSTAKA
Cangara, Hafied, Pengantar Ilmu Komunikasi, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta: 1998.
Effendy, Onong Uchana, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, PT Remaja Rosdakarya, Bandung: 2005.
Ensklopedi Indonesia, Edisi Khusus Suplemen, PT Ichtiar Baru-Van Hoeve, Jakarta: 1987.
……… Edisi Khusus, Jilid 4 KOM-OZO, PT Ichtiar Baru-Van Hoeve, Jakarta: 1987.
Keraf, Gorys, Diksi Dan Gaya Bahasa, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta: 1994.
Nuruddin, Pengantar Komunikasi Massa, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta: 2007.
Porter, E. Richard, Larry A. Samovar, Komunikasi Antar Budaya, Panduan Berkomunikasi Dengan Orang-Orang Berbeda Budaya, PT Remaja Rosdakarya, Bandung: 2005.
Rakhmat, Jalaluddin, Psikologi Komunikasi, Edisi Revisi, PT Remaja Rosdakarya, Bandung: 2002.
Straubhaar, Joseph, Robert LaRose, Media Now, Communications Media in the Information Age, Wadsworth Group, United States of America: 2002.
The World Book Encyclopedia, vol.2, Field Enterprises Educational Coorporation, Chicago: 1996.
Toffler, Alvin, Gelombang Ketiga, PT Pantja Simpati, Jakarta: 1990.
Yenne, Bill, 100 Peristiwa Yang Berpengaruh Di dalam sejarah Dunia, Karisma Publishing Group, Batam: 1993.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar